Bagaimana melakukan Valuasi


Pendekatan Umum atas Valuasi

 

Ada perbedaan mendasar atas Nilai dan Harga. Nilai mencerminkan suatu angka yang terkandung di dalam suatu benda atau bisnis sedangkan harga merupakan suatu angka yang terbentuk di pasar barang atau bisnis. Dalam konteks nilai bisnis yang akan di investasikan kita umumnya menggunakan terminologi Fair Market Value atau Nilai Pasar Wajar. FMV atau NPW merupakan suatu nilai yang terbentuk dengan syarat adanya sejumlah pembeli dan penjual prospektif yang memiliki pengetahuan atas bisnis ybs, berdasarkan kemauan sendiri, tanpa paksaaan, bersedia melakukan transaksi jual/beli pada suatu waktu tertentu.

 

Terdapat beberapa metodologi penilaian di pasar yang umumnya digunakan oleh para pelaku transaksi. Penilian bisnis yang biasa digunakan meliputi: Discounted Cash Flow, Book Value multiple, EBITDA  multiple, subscribers multiple, revenue multiple, Gross Margin multiples, dan lainnya. Untuk dapat memahami lebih lanjut tentang pendekatan yang lebih cocok untuk bisnis anda, dapat mempelajari masing-masing pendekatan di artikel terpisah atau bisa menghubungi Customer Service Prodana melalui email ke cs@prodana.id.

 

EBITDA Multiples

Salah satu pendekatan yang umum dan mudah dilakukan adalah EBITDA multiples, namun perlu diingat bahwa pendekatan ini lebih cocok bagi bisnis yang telah memiliki sustainable operating cash flow dan umumnya nilai yang ada perlu dilakukan beberapa penyesuaian. Berdasarkan pengalaman kami didalam melakukan beberapa penilian bisnis kecil dan menengah, perlu adanya penyesuaian karena umumnya terdapat mix-up antara bisnis dan pribadi. Untuk itu umumnya kami menyarankan untuk dilakukan normalisasi atas EBITDA yang ada. Penyesuaian dapat negatif maupun positif tergantung sifat transaksi nya. Penyesuaian yang perlu dipertimbangkan meliputi:

  • Kompensasi pemilik atau keluarga yang umumnya juga sebagai pengurus (Agency Issues)
  • Biaya sewa atau lainnya yang umumnya tidak sesuai dengan tarif pasar (Related Parties Transactions)
  • Biaya atau pendapatan yang tidak rutin misalnya biaya legal karena adanya suatu kasus hukum, penjualan barang scrap, dll. (Non Recurring).

 

Setelah kita dapatkan nilai normalisasi EBITDA maka yang berikutnya kita perlu mencari multiples yang tepat atas bisnis model dan skala bisnis yang akan di nilai. Untuk bisnis lebih kecil, umumnya nilai multiples juga relatif lebih kecil. Berdasarkan pengalaman kami, bisnis kecil umumnya memiliki multiples EBITDA sebesar 4x – 5x, sedangkan bisnis menengah berkisar 6x – 7x dan bisnis yang lebih besar bisa 8x – 10x. Namun semua sangat tergantung dengan business model dan kondisi spesifik masing2 bisnis serta potensi pertumbuhan nya. Beberapa hal yang akan mempengaruhi besarnya multiples antara lain:

  • Pertumbuhan pendapatan
  • Gross Profit Margin
  • EBITDA Margin
  • Kebutuhan Biaya Modal
  • Kebutuhan Modal Kerja

Enterprise Value vs. Equity Value

Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebelum menentukan nilai bisnis yang akan tercatat di Prodana, anda harus memperhatikan perbedaan Enterprise value dan Equity Value. Yang kita butuhkan untuk keperluan crowdfunding atau penggalangan dana adalah Equity Value. Enterprise Value merupakan penjumlhan Equity Value dan Debt Value.

 

Enterprise Value = Debt Value + Equity Value

 

Bila kita menggunakan multiple EV/EBITDA maka hasil nilai yang kita dapatkan adalah Entreprise Value, untuk itu perlu dilakukan penyesuaian dengan mengurangkan nilai utang yang ada. Utang yang biasa dikurangkan adalah utang yang berbunga, sedangkan utang yang tidak berbunga tidak dimasukkan sebagai pengurangan.

 

Untuk lebih jelasnya, Prodana mempersiapkan Template yang dapat di pelajari dan disesuaikan oleh Penerbit yang bermaksud untuk melakukan penawaran saham di Prodana. Silahkan menghubungi Customer Service Prodana di cs@prodana.id.


link Sumber

dev2.prodana.id

Share Sosmed